H-17 idul Adha penyembelihan hewan kurban

KKL DR IAIN Padangsidimpuan

 Idul Adha, Kisah Nabi Ibrahim "Kurbankan" Putranya

31-juli-2020



Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kepada Allah SWT.
Perayaan Idul Adha yang disambut sukacita oleh umat Islam, ternyata menyimpan kisah yang menyedihkan sekaligus menginspirasi. Idul Adha adalah hari untuk memperingati ujian paling berat yang menimpa Nabi Ibrahim.
 Asal mula kurban berawal dari lahirnya nabi Ismail as. Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya. Dan mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah, maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim.
Mimpi Nabi Ibrahim yang merupakan wahyu dari Allah itu tentu membuatnya gundah gulana. Namun, saking cinta dan taatnya pada Allah, ia dengan lapang dada mau menyembelih anaknya. 
Suatu hari, Nabi Ibrahim mendatangi Ismail untuk meyampaikan perintah Allah bahwa ia harus menyembelih putranya. Sungguh tak disangka, Ismail justru mengamini perintah dalam mimpi ayahnya tersebut. 
Dirinya tidak merasa takut atau marah kepada ayah kandungnya. Hal tersebut dikarenakan mimpi itu merupakan wahyu dari Allah SWT. Mendengar jawaban dari anaknya, Nabi Ibrahim pun terkejut. Ia tak menyangka anak kesayangannya itu begitu ikhlas untuk menerima perintah Allah SWT. 
Namun, tak mudah bagi Nabi Ibrahim menjalankan perintah tersebut. Dan  setan terus menggoda dirinya agar membatalkan perintah itu. Tapi usaha setan gagal.
Begitu pula yang terjadi ketika setan menggoda Ismail, mereka juga mengalami kegagalan. Tidak ingin menyerah, setan kemudian menggoda isteri Nabi Ibrahim akan tetapi usaha tersebut pun tetap tak berhasil.
Tibalah waktu penyembelihan. Pada 10 Zulhijah, Nabi Ibrahim dan putranya pergi ke tanah lapang untuk menjalankan perintah Allah tersebut. 
Nabi Ibrahim menyiapkan pedang yang sudah diasah dengan sangat tajam agar Ismail tak merasa kesakitan ketika disembelih.
Ismail meminta sang ayah menutup mata agar tidak merasa iba ataupun ragu melaksanakan perintah dari Allah SWT. 
Namun, ketika nabi Ibrahim mulai menyembelih anaknya, pedang tersebut selalu terpental. Ismail kemudian berkata bahwa dirinya ingin tali pengikat yang ada di tangan dan kakinya dilepas. Hal itu dilakukan agar malaikat dapat menyaksikan bahwa ia taat kepada Allah SWT. 
Malaikat Jibril-lah yang membawa domba serta menukarnya dengan Nabi Ismail. Pada saat itu, dituliskan bahwa semesta beserta isinya mengucapkan takbir demi meng-agungkan kebesaran Allah SWT atas kesabaran yang dimiliki oleh Ismail dan Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah yang berat tersebut. 
Sejak saat itulah, tanggal 10 Zulhijah diperingati sebagai Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban.

Jangan lupa like and koment ya saudara and saudari berbagi itu indah☺️🤗

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan diam aja, bergerak itu sehat😊

4 LANGKAH PERTAMA PENCEGAHAN VIRUS CORONA

BOLEHKAH MEMAKAI MASKER SAAT SHALAT DI MASA PANDEMI